‘Independent Friendly Match’ No Jersey, No Product Sponsor, No Community


'Independent Friendly Match' No Jersey, No Product Sponsor, No Community

‘Independent Friendly Match’ No Jersey, No Product Sponsor, No CommunityReviewed by kabarmanonWednesday, September 25th, 2019.This Is Article About‘Independent Friendly Match’ No Jersey, No Product Sponsor, No CommunityKabarmancing.com, Kukusan, Depok – Ada yang berbeda kali ini saat kabarmancing.com mendapat undangan meliput kegiatan mancing yang digelar IFM (Independent Friendly Match). Nah, pertanyaannya apa sih maksud dari kegiatan mancing ini dengan berbagai aturan ?     Hari H saat pelaksanaan lomba, Minggu, 22 September 2019 kemarin, bertempat di Pemancingan Telaga Kukusan, Depok, situasi disana […]

Kabarmancing.com, Kukusan, Depok – Ada yang berbeda kali ini saat kabarmancing.com mendapat undangan meliput kegiatan mancing yang digelar IFM (Independent Friendly Match). Nah, pertanyaannya apa sih maksud dari kegiatan mancing ini dengan berbagai aturan ?

    Hari H saat pelaksanaan lomba, Minggu, 22 September 2019 kemarin, bertempat di Pemancingan Telaga Kukusan, Depok, situasi disana sudah ramai dipenuhi para peserta lomba sembari menunggu undi lapak. Selanjutnya jam 9 lewat 15 menit lomba dimulai. Beberapa jam kemudian, Kang Ito yang ditemui kabarmancing.com pun menceritakan ihwal IFM dibentuk.

    Ya, diawali saat para pemancing senior sedang kongkow di suatu tempat. Ada Kang Ito, Sugi Zhu-ghi, H. Rekso, Barak (Pelampung Liar), Lucky Setiawan, Budi Darusalam, Agus Sukendar, Ical dan lainnya, ngobrol ngalor ngidul seputaran mancing. Lalu dari obrolan itu tercetus ide untuk menggelar event mancing dengan konsep No Jersey, No Group/Community, No Product Sponsor yang artinya tidak boleh menggunakan jersey komunitas, tidak ada sponsor produk dan tidak membawa nama komunitas saat menggelar event tersebut.

Kang Ito (kiri) serahkan hadiah hiburan ke peserta

    Atas kesepakatan bersama terbentuklah IFM, kemudian mereka sepakat menggelar lomba perdana pada tanggal yang disebutkan diatas tadi. Warok Edan yang tidak hadir di pertemuan itu pun setuju dan mendukung. “Saya mendukung terbentuknya IFM dengan tidak membawa atribut apa pun di kegiatan mancing ini dan nantinya pun tidak ada jarak antar pemancing. Saya setuju itu,” ujar Warok Edan saat dijumpai kabarmancing.com.

    Hal senada dilontarkan Lucky Setiawan dan H. Rekso yang hadir di event IFM dan ikut menjadi peserta. Beliau berdua sangat sangat mendukung sekali hal semacam itu. Bagi Lucky dengan adanya batasan itu tentu antar pemancing tidak ada jarak dan semakin dekat, karena tidak membawa ‘bendera’ saat event.

    “Dengan kegiatan IFM diharapkan tidak ada lagi pengkotak-kotakkan sesama pemancing. Semuanya untuk kebersamaan,” ujar Lucky tegas. Sedangkan menurut Barak, kegiatan yang digelar hari itu ujarnya berhasil dan sukses karena peserta berebut ingin ikut dan patuh pada aturan. “Mantap acara IFM hari ini,” lontarnya yang berharap IFM bisa menjadi terobosan baru di dunia pemancingan.

Pemenang games terima hadiah uang

    Ya, lomba hari itu tidak ada produk sponsor, tidak ada jersey komunitas dan tidak ada pula membawa nama komunitas. Semua peserta ‘duduk manis’ jadi satu di lapak masing-masing  dan wajib menggunakan kaos putih. “Putih itu artinya masih bersih belum ternoda serta bermakna perdamaian, tidak ada kepentingan apa pun,” sambung Warok. Ya, itulah kiranya yang diharapkan IFM ke depannya.

Warok Edan (kanan) serahkan hadiah Juara Induk 1

    Kembali ke lomba, hari itu Telaga Kukusan 72 lapak penuh. Kaos putih mewarnai seputaran kolam. Tiket dibandrol Rp 750 ribu perlapak 2 joran dan turun ikan 900 kg rame dan 100 kg induk. Spanduk sponsor tidak tampak di acara ini, begitu juga jersey komunitas tidak terlihat dipakai peserta. Hari itu semua penggagas IFM ikut lomba duduk bareng dengan peserta lainnya. Kang Ito pun menjelaskan kepada peserta maksud dan tujuan dibentuknya IFM, adalah untuk menjadi pemersatu di kalangan pehobi mancing, produk pancing dan komunitas mancing. “Ke depannya event IFM terus berlanjut, ada IFM 2, IFM 3 dan seterusnya yang rencananya akan digelar beberapa bulan ke depan. Tunggu tanggal mainnya,” ujar Kang Ito lantang dari pinggir kolam memberitahu peserta.

    Selain hadiah uang bagi juara induk dan prestasi, IFM juga bagi-bagi uang dengan bermain games lucu dan menggelitik sehingga peserta tertawa lepas. Nilai uangnya pun bervariasi mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu. Pokoknya games-nya seru banget.

Kiri ke kanan : Juara Induk 2, Induk 3 & Juara Merah Terbanyak

    Selepas berbagi uang, jelang siang ikan mulai galau. Dari catatan panitia ikan induk mendekati akhir lomba terangkat 24 ekor. Sedangkan induk terberat ada di posisi 4,45 kg dari lapak 11 atas nama Lowo Kentir. Dan akhirnya Lowo Kentir di menit dan detik terakhir lolos dan menjadi pemenang pertama dengan hadiah uang Rp 5 juta.

Kiri ke kanan : Juara Total 1, Total 2 & Total 3

    Di penghujung acara, Kang Ito dan penggagas IFM lainnya menambahkan bahwa agenda selanjutnya segera menggelar IFM 2 dalam waktu dekat yang tujuannya tak lain untuk kebersamaan dan persaudaraan tanpa ada batasan di dunia pemancingan. Sukses untuk IFM.(rambe/foto:dok.kabarmancing.com)

Induk 1 / Lowo Kentir / Lapak 11 / 4,45 Kg / Rp 5 Juta
Induk 2 / Dedy Fresto / Lapak 36 / 3,85 Kg / Rp 3 Juta
Induk 3 / Haran Kuningan / Lapak 25 / 3,80 Kg / Rp 2 Juta
Total 1 / Arniz / Lapak 15 / 21,05 Kg / Rp 5 Juta
Total 2 / Bas Fishing / Lapak 17 / 14,95 Kg / Rp 3 Juta
Total 3 / Angin Barat / Lapak 35 / 14,36 Kg / Rp 2 Juta
Merah Terbanyak / Kang Ito / Lapak 18 / 1 Ekor / Rp 1 Juta

example banner
example banner


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like