Saung Jangkrik Betawi : GT Lele 52 Lapak ‘Tiket Murah Hadiah Ngga Murahan’


Saung Jangkrik Betawi : GT Lele 52 Lapak 'Tiket Murah Hadiah Ngga Murahan'

Saung Jangkrik Betawi : GT Lele 52 Lapak ‘Tiket Murah Hadiah Ngga Murahan’Reviewed by kabarmanonSunday, November 8th, 2020.This Is Article AboutSaung Jangkrik Betawi : GT Lele 52 Lapak ‘Tiket Murah Hadiah Ngga Murahan’Kabarmancing.com, Kebagusan, Jakarta Selatan – Ukuran kolam pancing galatama (GT) lele ini cukup luas. Selain dikenal ukuran lelenya besar-besar, tiket dibandrol terjangkau semua kalangan dan hadiahnya pun besar. Itulah dikatakan Mansyur atau akrab disapa Petruk, pengelola Saung Jangkrik Betawi.     Ya, Galatama Lele Saung Jangkrik Betawi atau dikenal dengan sebutan Saung Jangkrik, ada di […]

Kabarmancing.com, Kebagusan, Jakarta Selatan – Ukuran kolam pancing galatama (GT) lele ini cukup luas. Selain dikenal ukuran lelenya besar-besar, tiket dibandrol terjangkau semua kalangan dan hadiahnya pun besar. Itulah dikatakan Mansyur atau akrab disapa Petruk, pengelola Saung Jangkrik Betawi.

    Ya, Galatama Lele Saung Jangkrik Betawi atau dikenal dengan sebutan Saung Jangkrik, ada di Jalan Joe, Gang H. Mael, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Untuk menuju kesana, arahkan kendaraan roda dua Anda menuju Jalan Joe di Kebagusan, kemudian setelah masuk Jalan Joe jika datang dari arah Jalan Lenteng Agung menuju Pasar Minggu jaraknya sekitar 1 km di sebelah kanan jalan. Lalu ada gang namanya H. Mael, masuklah ke gang tersebut untuk menuju Saung Jangkrik berjarak kurang lebih 400 meter. Jika Anda kesulitan tanyakan saja kepada warga sekitar dimana letak Saung Jangkrik, mereka akan mengarahkan kita untuk sampai kesana.

    Sesampainya disana, kabarmancing.com bertemu Petruk yang sebelumnya sudah janjian untuk datang kesana. Oleh beliau dipersilahkan untuk meliput kolam galatama lele yang ia kelola. Dari keterangan Petruk, pemilik kolam Arif Joe, sesekali saja datang dan sepenuhnya diserahkan kepada beliau. Kenapa dinamakan Jangkrik, karena beberapa meter dari kolam ada peternakan jangkrik, maka dinamakanlah Saung Jangkrik.

    Saung Jangkrik dengan jumlah lapak 52 yang usianya 4 tahun kian dikenal para maniak galatama lele. Hari itu sedang berlangsung lomba mingguan dari jam 2 siang sampai jam 5 sore dengan tiket Rp 100 ribu (lengkap) perlapak 1 joran. Ukuran kolamnya cukup luas 40 x 18 meter dengan jarak lempar 9 meter. Ukuran ikannya besar-besar dimulai dari 2 kg sampai 9 kg up.

    Dari obrolan dengan Petruk, jadwal lomba dibuka setiap hari dengan rincian ada lomba reguler, lomba mingguan, lomba bulanan dan lomba 3 bulanan. Lomba regular berlangsung 3 sesi dari Senin s/d Sabtu siang yaitu Sesi 1, jam 14.00 s/d 17.00, Sesi 2, jam 20.00 s/d 23.00 dan Sesi 3, jam 23.30 s/d jam 02.00 dengan tiket Rp 85 ribu (komplit) perlapak 1 joran. Kemudian lomba minggu atau week end yang dilaksanakan setiap minggu siang dengan tiket Rp 100 ribu (komplit) perlapak 1 joran dari jam 14.00 s/d 17.00 dan lomba Sabtu malam minggu tiket Rp 175 ribu (komplit) perlapak 1 joran dari jam 20.00 s/d 24.00 di minggu pertama. Untuk minggu kedua, ketiga dan keempat tiket Rp 135 ribu (komplit) perlapak 1 joran.

    Selanjutnya ada lomba bulanan akhir/awal bulan dengan tiket Rp 350 ribu (komplit) perlapak 1 joran dari jam 20.00 s/d 24.00. Terakhir, ada lomba 3 bulanan dengan tiket Rp 500 ribu (komplit) perlapak 1  joran. “Juaranya ada induk terberat, point induk terbanyak dan total kiri kanan. Besaran hadiah tergantung berapa banyak peserta hadir setiap sesinya. Pokoknya mancing disini tiketnya murah hadiahnya ngga murahan,” ungkap Petruk.

    Lanjut beliau, setiap bulan Saung Jangkrik menurunkan ikan 1 ton beragam ukuran berat. Untuk aturan main, ikan wajib makan, kail nomor 5 paling kecil, boleh pakai ruit, mata kail 1 dan wajib menggunakan pelampung dilarang glosor. Untuk umpan dilarang pakai umpan kroto/biang kroto, kapas celup/bahan kain celup, brownis/darah beku, umpan deterjen/dasbun, ampas chiken, belatung, keju bs, jenis-jenis cuka, cacing rambut hidup dan umpan bulu ayam.

Mansyur akrab disapa Petruk (Pengelola Saung Jangkrik)

    Umpan yang dipakai pemancing di Saung Jangkrik ada menggunakan kepala ayam, telor sapu-sapu, cacing, daging dan umpan lainnya selain dari umpan yang dilarang. Sementara itu lanjut beliau, pemancing yang datang kebanyakan orang jauh hanya beberapa saja sekitaran Kebagusan. “Pemancing lelenya datang dari Mampang, Pancoran, Depok, Manggarai, semuanya pemancing jauh, orang sekitaran sini hanya berapa orang saja,” imbuh Petruk.

    Dari beberapa pemancing yang ditemui kabarmancing.com mereka pun beralasan bahwa mancing di Saung Jangkrik tempatnya tenang, jauh dari bising kendaraan, nyaman, teduh, ikannya banyak gede-gede dan pelayanannya memuaskan. Di samping itu Saung Jangkrik sudah menyiapkan beberapa keperluan pemancing seperti parkir motor yang bisa menampung ratusan motor, toilet, mushola, kantin dan petugas kolam yang siap membantu pemancing menyerok ikan saat lomba.

    Itulah sekilas Saung Jangkrik Betawi yang pamornya kian menggeliat. Bagi maniak mancing galatama lele ingin merasakan sensasi strike lele dengan bobot 9 kg up silahkan datang. Dijamin bakal betah dengan lokasinya nyaman membuat pemancing kerasan disana.(rambe/foto:dok.kabarmancing.com)

Pemancingan Saung Jangkrik Betawi

(Galatama Lele)

Jalan Joe, Gang H. Mael, Rt 05/Rw 07

Kebagusan, Jakarta Selatan

Telp : 0812 – 8866 4372 (Petruk)

example banner
example banner


You may also like